Banyak orang karena kerakusannya, menganggap dunia atau bumi ini miliknya sendiri. Lebih buruk lagi, ketika dia mengkaitkan dengan ayat-ayat di kitab suci, untuk mengusahakan bumi demi kebutuhan hidupnya. Dia tidak tahu bila bukan dia pemiliknya. Dia hanya dititipi untuk merawat bumi dan segala isinya.


Marlee Matlin, seorang aktris teater dan film, kelahiran Amerika Serikat tahun 1965, meng-quote, ‘The Earth does not belong to us: we belong to the Earth.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Bumi ini bukan milik kita: kitalah yang dimiliki Bumi.’

Sebagai manusia, kita hanya menumpang ‘sesaat’ di muka bumi. Kita hanyalah tamu. Saat menjadi tamu, sesungguhnya bumilah yang memiliki kita, bukan sebaliknya. Dalam konteks lain, kita bertanggung jawab untuk merawat bumi sebagai warisan kita kepada generasi selanjutnya.


Oleh sebab itu, mulailah berpikir dari perspektif yang dititipi, bukan sebagai pemilik. Dengan demikian, kita akan lebih bijaksana memperlakukan bumi dan segala isi yang ada di dalam, serta di permukaannya.

Sebagai makhluk ciptaan sang Khalik yang paling istimewa dengan kemampuan berpikir dan diberi kebebasan untuk memilih, terapkanlah etika dalam merawat bumi. Perlakukan bumi sebagaimana engkau ingin diperlakukan.


Bila hal tersebut dilakukan oleh semua umat manusia, maka bumi akan menjadi sahabat, bukan tempat bencana. Terjadinya bencana yang memilukan, bukan semata-mata dendam bumi kepada manusia, tetapi karena perlakuan manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap bumi. Bumi memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan keadaannya. Oleh sebab itu, di kondisi tertentu, bumi ‘bergerak’ melebihi kemampuan manusia untuk menerimanya.


Sayangi bumi, walau aku dan engkau hanya menetap sementara dipermukannya.

Login Register Purchase Mobility Aids Close
Login Register Purchase Mobility Aids Close