TheNextDev.id - Selama ini, para penyandang cacat atau kaum disabilitas masih sering dinomerduakan. Bukan hanya fasilitas umum yang masih sangat terbatas, kesempatan yang diberikan untuk mendapatkan pendidikan maupun pekerjaan pun belum terbuka lebar.

Hal ini mencri perhatian Ni Komang Ayu Suriani yang kemudian mendirikan startup Diffago untuk memudahkan penyandang disabilitas di Indonesia mendapatkan kesetaraan dalam berbagai hal. Misalnya saja, pendidikan dan mobilitas. Ulik informasinya lebih jauh, yuk!

Masalah yang menimpa kaum disabilitas terjadi di sekeliling kita. Bahkan menurut World Bank, 15 persen populasi dunia dikategorikan sebagai penyandang disabilitas. Selain bawaan lahir, kondisi ini juga sering disebabkan oleh kecelakaan atau gangguan kesehatan yang diderita.

Sayangnya, diskriminasi masih banyak dilakukan, terutama yang berhubungan dengan pendidikan, akses, dan mobilitas. Hal ini yang menarik perhatian Ni Komang Ayu Suriani dengan mendirikan Diffago pada tahun 2018, untuk membuka akses mobilitas, pendidikan, dan kesempatan kerja yang lebih luas.

Suri mengajak rekan-rekannya untuk mengembangkan Diffago sebagai media crowdfunding. Siapa pun bisa mendonasikan uangnya untuk membantu kaum disabilitas dalam berbagai proyek sosial. Mulai dari pengadaan kaki palsu hingga mendirikan sekolah khusus untuk anak autis.

Cara kerjanya pun cukup sederhana. Team Diffago sudah menghitung besaran dana yang digunakan dan menetapkan waktu yang diperlukan untuk mencapai target. Kamu cukup klik link untuk menyumbangkan dana, masukkan nomer telepon, pilih bank yang digunakan untuk bertransaksi, lalu tinggal transfer dana lengkap dengan kode unik yang dikirimkan.
Login Register Purchase Mobility Aids Close
Login Register Purchase Mobility Aids Close